Kamis, 30 September 2010

Belasan umat kristen dianiaya di Gujrat,Pakistan

Sekelompok Muslim ekstrim pada Kamis lalu (23/9) menembaki dan memukuli belasan Kristen di distrik Gujrat, Provinsi Punjab. Tariq Gill yang dibebaskan dari tuduhan menghujat Al Quran pada tanggal 3 September 2009 tersebut ikut diserang, termasuk ayahnya Murad Gill, ibunya, dan beberapa penduduk Kristen lainnya.
Sekitar 40 orang ekstrimis tersebut, beberapa di antaranya menembaki keluarga Kalashnikovs di rumah mereka dan beberapa individu lainnya di jalanan, sementara yang lainnya mengayunkan kapak dan pentungan, memukul beberapa orang Kristen dengan sadis dan meninggalkan mereka begitu saja sampai mereka meninggal, kata Pastor Khan. Sejauh ini, ada 10 keluarga yang menjadi target serangan mereka.
Pada hari Kamis lalu itu (23/9), para penyerang itu merobek pakaian ibu Gill dan menyeret tubuhnya yang telanjang itu di jalanan, kata Pastor Khan. Keluarga Rashid Masih juga menjadi korban penyerangan tersebut. Saat ini, Masih dan anggota keluarganya dalam keadaan kritis, begitu juga Gill dan orangtuanya, dan beberapa mereka yang luka parah lainnya dibawa ke Rumah Sakit Aziz Bhatti di Gujrat, kata Pastor Khan.
Uskup Pervaiz, wakil direktur Dewan Interfaith Peace mengatakan bahwa kelompok ekstrimis tersebut dipimpin oleh dua orang anggota National Assembly, Meer Anjum dan Farasat Dar, kedua orang yang berkuasa di Sheikh Islam. Polisi Penyidik yang diketahui bernama Hafeez memberitahu para pemimpin Kristen di Pakistan bahwa anggota legislatif , ketiga politikus tersebut tidak bersalah.
Setelah menyatakan tiga politikus Muslim itu merupakan dalang di balik kejadian ini, Pastor Khan mengatakan bahwa penyerang itu sudah bersumpah untuk menyerbu Mohalla Kalupura seperti penyerangan di Gojra tahun 2009. Tanggal 1 Agustus 2009, sekelompok penyerbu itu membuat rumor yang tidak benar tentang penghujatan terhadap Al Quran dan menyarankan imam lokal untuk menyerang koloni Kristen di Gojra tersebut, membakar sedikitnya tujuh orang Kristen hidup-hidup, melukai 19 orang lainnya, dan menjarah lebih dari 100 rumah, 50 di antaranya dibakar. Korban yang meninggal itu, termasuk di antaranya para wanita dan anak-anak.
Uskup Pervaiz mengatakan bahwa penyerang di Gujrat mengancam membunuhnya, Pastor Khan (yang merupakan pimpinan dari Power of God’s Healing Ministry International Pakistan dan coordinator nasional Jesus Victory Gospel Assembly of Pakistan), dan Uskup Yashua John dan terus mencari keluarga Kristen untuk dibunuh. Kepolisian Lorry Adda, Inspektur Riaz Qaddar mengatakan di depan umum, “Tidak akan ada batu yang tidak akan terguling” mengibaratkannya dengan pelaku ekstrimis tersebut, tapi pemimpin Kristen di sana mengatakan dia menolak untuk bertindak. Selain dituduh menghujat, penyerangan yang terjadi juga diakibatkan karena terpilihnya politikus Kristen, yang dibunuh setelah beberapa hari dia terpilih, Yaqoob Masih, kata Uskup Pervaiz. Dia menambahkan kepolisian Lorry Adda tidak mengakui kasus pembunuhan waktu itu.
Pemimpin Kristen kemudian mendatangi Distrik Polisi Afzaal Kausar untuk mengajukan penyerangan itu dan mengirimkan beberapa aplikasi untuk menuntut kepada Hafeez, “Tapi dia tidak peduli untuk menonton video penyerangan yang kami ambil tersebut dan mengangkat bahu,” kata Pastor Khan. Dia juga mengatakan bahwa Hafeez mengakui kepada mereka bahwa Anjum, Dar, dan Islam adalah legislatif terhormat dan langsung mendeklarasikan mereka tidak bersalah.
Senin sore (27/9) Pastor Khan memimpin para unjuk rasa sejumlah 250 orang untuk datang ke Islamabad, meskipun ada ancaman bahwa mereka akan ditahan sebelum mereka keluar dari area. “Tapi tangan Tuhan yang Maha Kuasa menolong kami, dan kami dengan selamat tiba di Islamabad,” kata Pastor Khan. “Meskipun pemerintah melarang demonstrasi, kami berhasil masuk sebelum National Press Club Islamabad.”
Pastor Khan mengatakan bahwa dia sangat menyesali sedikit perhatian yang diberikan dunia, dia menambahkan bahwa para unjuk rasa tinggal di depan gedung semalaman untuk meminta keadilan. Tanggal 28 September mereka juga berunjuk rasa di depan Islamabad Parliament House. Kita doakan agar semua umat Kristen di dunia, khususnya di Pakistan mendapatkan keadilan, hidup dengan penuh kedamaian meskipun mendapatkan tantangan karena iman mereka kepada Tuhan Yesus.

Pendeta Pantekosta dipukuli di India

Seorang pendeta Pantekosta di bagian India Selatan, Karnataka dipenjara dengan tuduhan memaksa orang berpindah agama pada Minggu kemarin (26/9). Pendeta Shivanda Siddi (45) ditangkap sewaktu memimpin ibadah penyembahan di Gnanodaya Assembleis of God Church, seperti yang dilaporkan Global Council of Indian Christians.
Menurut pengacara, sekitar lima orang anggota organisasi Hindu ekstrim mengacaukan ibadah dan langsung menyakiti pendeta itu secara fisik. “Sebuah hinaan radikal kepada pendeta dengan merobek pakaiannya dan memukulnya di depan semua jemaat. Setelah dipukuli sekitar setengah jam, mereka menelepon polisi di Yellapur,” GCIC melaporkan.
Sang pendeta beserta tujuh wanita, termasuk dua anak gadis berumur 10 dan 11 tahun, ditahan oleh polisi. GCIC melaporkan juga pendeta tersebut ‘dipukuli lagi dengan keras di depan kantor polisi’. Setelah GCIC ikut terlibat, polisi membebaskan para wanita namun pendeta Siddi ditahan dengan tuduhan pasal 295 dan dikirim ke penjara Sirsi. Pendeta Siddi sudah melayani di antara suku-suku India tersebut sejak lima tahun terakhir ini di Desa Umachagi, Mundgod taluk.
Penahanan terhadap pendeta Siddi ini terjadi beberapa bulan yang sebelumnya ketika dua pendeta lainnya diserang dengan menggunakan tongkat panas oleh sebuah kelompok yang tidak diketahui di Karnataka. Pendeta Shiju Kuriakose (35) dan Pendeta Jayan (30) baru saja selesai berdoa ketika mereka diserang.
Sejauh ini, di tahun 2010 ada 106 penyiksaan di India dan 37 di antaranya terjadi di Karnataka, menurut Evangelical Fellowship of India. Tahun lalu, ada 152 penyerangan yang terjadi kepada penduduk Kristen di India. Diperkirakan ada 25 juta penduduk Kristen di India seluruhnya (sekitar 2.3 persen dari populasi).

Selasa, 28 September 2010

Tuhan Yesus Sahabatku

Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur, Filipina, yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah yang berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.
Setiap kali berhasil menyebrangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja tiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan, sahabatnya.
Tindakannya ini selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.
“Bagaimana kabarmu, Andy? Apakah kamu akan ke Sekolah?”
“Ya, Bapa Pendeta!” balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.
Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, “Jangan menyebrang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah, kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat.”
“Terima kasih, Bapa Pendeta.”
“Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?”
“Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan.. sahabatku.”
Dan Pendeta tersebut meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri, tetapi pastur tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.
“Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanya kue ini.
Terima kasih buat kue ini, Tuhan! Tadi aku melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku jadi tidak begitu lapar.
Lihat ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan.Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa..
paling
tidak aku tetap dapatpergi ke sekolah. Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa dari temanku sudah berhenti sekolah, tolong Bantu mereka supaya bisa bersekolah lagi.
Tolong Tuhan.
Oh, ya..Engkau tahu kalau Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.
Tuhan, Engkau mau lihat lukaku??? Aku tahu Engkau dapat menyembuhkannya, disini..disini.aku rasa Engkau tahu yang ini kan….??? Tolong jangan marahi ibuku, ya..?? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makan dan biaya sekolahku..itulah mengapa dia memukul aku.
Oh, Tuhan..aku rasa, aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang sangat cantik dikelasku, namanya Anita. menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku??? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.
Hei.ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira??? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu.
Aku berharap Engkau menyukainya. Oooops..aku harus pergi sekarang.”
Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta .
“Bapa Pendeta..Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyebrang jalan sekarang!”
Kegiatan tersebut berlangsung setiaphari, Andy tidak pernah absen sekalipun.
Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Tuhan.. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.
Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja tersebut diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga mengutuki orang yang menyinggung mereka.
Ketika mereka sedang berdoa, Andypun tiba di Gereja tersebut usai menghadiri pesta Natal di sekolahnya, dan menyapa “Halo Tuhan..Aku..”
“Kurang ajar kamu, bocah!!!tidakkah kamu lihat kalau kami sedang berdoa???!!! Keluar, kamu!!!!!”
christmas-giftAndy begitu terkejut,”Dimana Bapa Pendeta Agaton..??Seharusnya dia membantuku menyeberangi jalan raya. dia selalu menyuruhku untuk mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus, karena hari ini hari ulang tahunNya, akupun punya hadiah untukNya..”
Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.
“Keluar kamu, bocah!..kamu akan mendapatkannya!!!”
Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyebrangi jalan raya yang berbahaya tersebut di depan Gereja. Lalu dia menyeberang, tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang – disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar.dan Andypun tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tidak bernyawa lagi.
Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut, namun dengan penuh airmata dating dan memeluk bocah malang tersebut. Dia menangis.
Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya,”Maaf tuan..apakah anda keluarga dari bocah yang malang ini? Apakah anda mengenalnya?”
Tetapi pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam berkata,”Dia adalah sahabatku.” Hanya itulah yang dikatakan.
Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam saku baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah tersebut, kemudian keduanya menghilang. Orang-orang yang ada disekitar tersebut semakin penasaran dan takjub..
Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sangat mengejutkan.
Diapun berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dengan kedua orang tua Andy.
“Bagaimana anda mengetahui putra anda telah meninggal?”
“Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari.” Ucap ibu Andy terisak.
“Apa katanya?”
Ayah Andy berkata,”Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy, sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan dikeningnya, kemudian Dia membisikkan sesuatu.
“Apa yang dikatakan?”
“Dia berkata kepada putraku..” Ujar sang Ayah. “Terima kasih buat kadonya.
Aku akan berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku.” Dan sang ayah melanjutkan, “Anda tahu kemudian semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis tapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu.aku menangis karena bahagia..aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika dia meninggalkan kami, ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita dalam hatiku. aku tahu, putraku sudah berada di Surga sekarang.
Tapi tolong Bapa Pendeta .. Siapakah pria ini yang selalu bicara dengan putraku setiap hari di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena anda selalu di sana setiap hari, kecuali pada saat putraku meninggal.
Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik,”Dia tidak berbicara kepada siapa-siapa… kecuali dengan Tuhan.”

Mengampuni Pembunuh Kedua Orang tua.

Rencana kedatangan kedua orang tuanya ke Jakarta sudah lama Edison tunggu. Minggu itu, Edison dengan semangat menyelesaikan pekerjaaannya. Namun sesuatu yang tidak pernah terlintas dipikirannya terjadi, seorang saudara memberi kabar bahwa kedua orangtuanya telah meninggal dunia karena dibunuh. Edison tak kuasa menahan kesedihannya ketika mendengar berita ini, ia seakan tidak bisa menerima kenyataan bahwa orangtuanya tewas ditangan pembunuh sadis.
"Sebentar sadar, pingsan lagi, sebentar sadar, pingsan lagi, sampai beberapa kali. Ketika saya melihat suami saya, sebagai istri saya kasihan sekali. Namanya kehilangan kedua orang tua kalo karena penyakit mungkin kita bisa terima tetapi ini karena dibunuh dan dianiaya, pasti semua orang tidak akan bisa terima jika hal itu terjadi," Nitisa Laoli, istri Edison, mengisahkan.
Tanpa berpikir panjang Edison segera berangkat ke Nias. Namun semakin dia dekat dengan kampung halamannya, emosi Edison semakin kacau. Keputusasaan mulai merasuk pikirannya, bahkan terbersit dalam hatinya untuk bunuh diri dengan terjun kelaut. Namun bayangan istri dan anaknya menyadarkannya, dan ia menangis tak karuan di kapal itu bahkan menjadi pusat perhatian orang-orang disekelilingnya.
Sesampai dirumah orangtuanya, Edison semakin sedih karena menemukan mayat kedua orangtuanya dalam keadaan membusuk dan bau karena tidak ada keluarga atau tetangga yang mengurusnya.
"Menurut kepolisian, malam Sabtu itu papa dan mama sedang persiapan untuk makan malam. Mungkin karena melawan mereka, papa dan mama dibunuh. Saat itu yang menjadi tersangka ada tujuh orang," demikian jelas Edison.
Dendam mulai merasuk hati Edison, keinginan untuk membalas perbuatan para pelaku pembunuh kedua orangtuanya menyesakkan dadanya. Ingin rasanya ia membunuh para pelakunya, sama seperti mereka membunuh kedua orangtuanya dengan sadis.
Hingga suatu saat terungkap bahwa tersangka utama pembunuh orangtuanya tidak lain adalah kerabatnya sendiri.
Tentu saja Edison sangat terpukul mendengarnya, dia tidak pernah menyangka saudaranya sendiri adalah dalang pembunuhan itu. Edison merasa tidak bisa berbuat apa-apa, seolah-olah ada sesuatu yang membuatnya tidak berbuat sesuatu atau memukul saudaranya itu. Dia hanya memandangi saudaranya itu dan termenung meskipun polisi memberikan waktu untuk melampiaskan kemarahannya.
Setelah hari itu, Edison langsung kembali ke Jakarta. Baru kali ini dia merasa benar-benar sendiri. Dia sering termenung dan meratapi kedua orangtuanya, bahkan istri dan teman-temannya yang mencoba menghiburnya tidak dihiraukannya.
"Karena dukanya yang begitu dalam, saya melihat dia selalu melamun dan menangis. Itu saja yang dilakukannya selama kurang lebih tiga bulan," terang Nitisa.
Kondisi Edison makin memburuk saja, ia semakin malas bekerja, bahkan emosinya pun sering meledak-ledak. Tak kuat melihat kondisi suaminya yang berada dalam depresi, Nitisa tak henti-hentinya membawa Edison dalam doa-doanya. Doa tulus Nitisa terbukti tidak sia-sia, perlahan-lahan Edison mulai menerima nasehat-nasehat dari sahabat-sahabatnya.
"Om Joni ini yang selalu menguatkan saya, dia mengatakan Edison kamu pasti bisa. Salah satu firman Tuhan yang menguatkan saya yaitu Allah turut bekerja dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Firman itu yang menyentuh hati saya," kisah Edison.
Kasih Tuhan yang menjamah Edison memberikannya kekuatan untuk mengampuni para pelaku pembunuhan itu. Kini dia tidak lagi menyimpan dendam dan amarah dalam hatinya.
"Saya baru mengerti, buat apa menyimpan dendam dan amarah karena yang akan rugi adalah diri sendiri. Jadi saya mengambil keputusan untuk mengampuni mereka meskipun jaraknya jauh dan tidak pernah bertemu tetapi dalam doa saya mengampuni mereka. Saya tidak lagi menyimpan rasa dendam, rasa kecewa terhadap mereka dan juga kepada Tuhan," kata Edison bersemangat.

Kata-Kata Terlarang

Efesus 5:4
“Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono – karena hal-hal ini tidak pantas – tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.”

Ada ungkapan yang menyatakan bahwa lidah tak bertulang sehingga sangat mudah mengucapkan kata-kata yang salah atu tidak baik. Sering kali kita mengucapkan hal-hal yang tidak pantas, baik sengaja maupun tidak. Kata-kata merupakan wakil dari perasaan yang ingin kita ungkapkan pada orang lain. Tapi seringkali kita mengucapkan kata-kata kotor atau kasar sebagai ungkapan yang kosong dan sembrono serta tidak ada artinya. Latah, umpatan, sindiran atau bentakan sepertinya sudah menjadi hal yang biasa.

Ketika kaita marah dan sulit untuk mengendalikan emosi, kata-kata kasar dan tidak pantas sering terucap dari mulut kita. Apalagi jika kita sedang kesal pada pasangan kita. Tak jarang kata-kata kasar yang keluar begitu saja, menyakiti hati dan perasaan pasangan kita. Pada akhirnya kata-kata yang tajam itu meninggalkan goresan luka yang dalam dan hanya memperpanjang masalah.

Menurut Efesus 5:4, kita dilarang mengucapkan kata-kata kotor, yang tidak pantas, dan sembrono. Kata-kata tersebut tidak akan menyelesaikan masalah dengan baik, tetapi justru memicu timbulnya perselisihan dan masalah baru.

Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita mengutarakan isi hati kita dengan kalimat yang lembut dan mudah dimengerti supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Jika ingin mengur kesalahan pasangan kita, tegurlah dengan halus supaya dia tidak tersinggung. Percayalah kita akan dimampukan Tuhan menyelsaikan masalah dengan baik dan komunikatif.

“Mulut orang benar mengeluarkan hikmat, tetapi lidah bercabang akan dikerat.”

Jesus bless us :)

Senin, 27 September 2010

NERAKA dan SURGA (Kesaksian Elizabeth)




Kejadiannya pada bulan September 2001, ketika itu saya dan tim saya sedang berdoa syafaat di gereja.

Saat itu saya sadar masih ada di dalam gereja, tapi saya juga merasakan bahwa roh saya dibawa oleh Tuhan Yesus ke suatu tempat lain.

NERAKA

Saya tiba disana dan tempat itu sangat mengerikan. Berbau busuk, amis, bau darah, bau benda2 terbakar, bahkan lebih busuk dari bau pasar ikan. Saya lihat di sana ada banyak hal-hal yang mengerikan. Dan yang paling membuat saya tidak tahan adalah begitu banyaknya orang-orang yang menjerit ketakutan, minta tolong, minta ampun kepada Tuhan. Mereka berkata ”Lepaskan saya Tuhan, tolong saya Tuhan, ampuni saya Tuhan, saya sudah tidak kuat lagi berada disini” tetapi Tuhan Yesus hanya berkata “Pengampunan itu sudah terlambat, karena waktu di dunia kesempatan itu masih ada tapi kamu sia-siakan dan tidak kamu ambil, sekarang semua sudah terlambat, tidak ada lagi pengampunan di neraka”

Di sana saya juga melihat berbagai macam hal sangat mengerikan, jutaan orang di sisi kanan saya dibakar api hingga tubuh mereka meleleh. Anehnya tubuh yang meleleh tadi kemudian kembali tumbuh normal dan utuh, tapi kemudian dibakar lagi sampai habis, dan hal ini terjadi berulang kali, sehingga sakitnya itu tidak terkira dan tidak pernah berhenti.

Di sisi kanan itu juga saya melihat ada orang yang digerogoti ulat-ulat kecil, seperti sudah disampaikan dalam Firman Tuhan bahwa di neraka terdapat api yg kekal dan juga jutaan ulat yang menggerogoti tubuh manusia dengan kekal.

Hal yang saya lihat itu terjadi terus menerus dan saya lihat bahwa kebanyakan orang-orang yang digerogoti ulat itu adalah para pemimpin dari agama-agama lain saudara kita, yang dapat saya kenali dari pakaian mereka, seperti juga ada yang menggunakan sorban, dll. Mereka ini menjerit minta tolong dan minta ampun, tapi Tuhan berkata “Semuanya sudah terlambat”.

Keadaan neraka sangat mengerikan, panas, berbau busuk, jalanan dan dindingnya pun lembek, maaf, seperti ingus, lengket dan berwarna busuk.
Waktu itu Tuhan berkata pada saya “Setiap kamu bertemu dengan orang lain, terutama orang-orang yang belum dan tidak percaya Tuhan Yesus, sampaikan kesaksian ini, apabila mereka percaya Puji Tuhan, tetapi apabila mereka tidak percaya ya sudah, biarkan saja, tidak usah bingung, yang penting kamu sudah menyampaikan dan mereka sudah mendengar, keputusan ada di tangan mereka masing-masing”.

Saya dan Tuhan Yesus terus berjalan hingga tiba di sebuah persimpangan, ada jalan yang ke kiri dan ada jalan yang ke kanan. Saya melihat ada banyak sel-sel yang diisi dengan orang yang jumlahnya banyak sekali. 1 sel diisi 1 orang, kemudian juga ada iblis yang sedang tertawa kesenangan diantara banyak orang yang menangis menjerit karena tidak tahan oleh siksaan. Ada yang matanya dicungkil sampai darahnya mengalir deras sekali, ada yang tangannya dikuliti, ada yang lidahnya dipotong-potong, tetapi sama seperti diawal kesaksian saya, mata, tangan, lidah, dll itu bisa kembali normal utuh kembali, namun setelah itu kembali disiksa. Tiada henti-hentinya, siksaan di neraka itu sifatnya kekal. Saya dengar lagi semua orang menangis, minta tolong dan minta ampun, tapi Tuhan tetap tidak bisa menolong, karena semua memang sudah terlambat.

Saya kemudian bertanya pada Tuhan, “Tuhan, orang-orang yang ada disini pasti orang-orang yang tidak percaya Tuhan Yesus kan?”, tetapi Tuhan menjawab “Oh tidak,. Justru yang ada disini adalah orang-orang kristen yang sudah percaya Tuhan Yesus”. Saya kaget sekali, lalu saya bertanya kenapa justru orang-orang kristen juga ada yang di neraka, bukankah mereka sudah percaya dan menerima Yesus. Tuhan pun menjawab, “Mereka memang orang kristen yang percaya dan menerima Yesus, tetapi kehidupan yang mereka jalani bukanlah kehidupan kudus yang diinginkan Tuhan. Mereka diberi anggota tubuh yang lengkap seperti tangan yang seharusnya untuk menyembah Tuhan, tetapi digunakan untuk memukul. Diberi mulut untuk memuji Tuhan tetapi digunakan untuk menggerutu, mengomel dan mencaci maki orang”.

Jadi hal-hal itu tidak berkenan bagi Tuhan. Kita harus dapat mempergunakan tubuh yang diberikan Tuhan dengan benar dan selalu menjaga kekudusannya, karena apapun yang kita lakukan di dunia ini akan kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan setelah kita dipanggil kembali. Kita tidak dapat menyembunyikan apapun dari Tuhan karena Tuhan mengetahui segala apa yang kita lakukan, walaupun ditempat yang tersembunyi sekalipun.

Saya pun diajak jalan semakin ke dalam ke pusat neraka. Di pusat neraka ada ada sebuah sumur yang menyerupai kawah belerang. Didalam sumur itu saya melihat ada orang-orang yang diikat berdua-duaan, jadi perempuan dengan perempuan dan laki-laki dengan laki-laki. Tuhan pun menjelaskan kepada saya bahwa mereka yang diikat berduaan itu adalah para lesbian, waria dan homo. Yang walaupun mereka mengaku bahwa mereka menerima dan percaya Yesus, tetapi kehidupan mereka tetap seperti itu , maka mereka akan ditempatkan Tuhan disana.

Tidak jauh dari sana, di pusat neraka juga ada juga orang-orang yang dihukum di kawah belerang ini, yaitu orang-orang yang suka dengan perdukunan, suka cari penglarisan, cari suhu atau paranormal, kemudian ada juga sel-sel, dimana 1 sel diisi 1 org, yang didalamnya terdapat orang-orang yang alat kelaminnya digerogoti ulat-ulat sampai darahnya mengalir deras kemudian bentuknya kembali normal dan utuh lagi, kemudian digerogoti lagi dan hal itu terjadi berulang-ulang, tidak pernah berhenti. Tuhan bilang kepada saya bahwa itu adalah tempat untuk orang-orang yang mengaku sudah Kristen tetapi masih tetap bermain-main dengan kekudusan, masih ke tempat-tempat yang tidak benar, masih punya simpanan, itu akan masuk kesana, karena menganggap masih ada waktu buat bertobat, padahal kita tidak tahu kapan kita akan menghadap Tuhan.

Semakin kedalam lorong neraka, keadaan semakin gelap dan pengap, trus saya melihat ada iblis yang berkata “Ayo pak pendeta, khotbah lagi pak pendeta, kamu kan didunia khotbah, kenapa disini tidak mau khotbah”. Saya jadi bingung kok ada pendeta yang masuk neraka? Pendeta kan hidupnya suci dan percaya Yesus. Tapi Tuhan berkata, pendeta itu memang rajin berkhotbah, mengabarkan Firman Tuhan, tetapi dia sendiri tidak bisa menjalankan firman itu dalam kehidupannya, dia menggelapkan dan menggunakan uang jemaat, hidup tidak kudus, punya istri simpanan, dll. Merekalah yang ditempatkan disana oleh Tuhan. Saya melihat pendeta itu berusaha keluar, tetapi tidak bisa, kemudian mulutnya dirobek dan dicakar oleh iblis sampai tidak berbentuk, darah mengalir, tetapi mulut dan wajahnya kembali normal lagi, trus dicakar disobek lagi, dst, dst. Disana juga para pendeta itu berteriak kepada Tuhan, minta ampun, tapi Tuhan tetap berkata, bahwa semua itu sudah terlambat, ketika orang-orang tiba di neraka kesempatan bertobat itu sudah tidak ada.

Setelah melihat semua ini, saya bilang ke Tuhan, Tuhan saya tidak mau tinggal disini, saya tidak mau masuk kesini lagi, bahkan sampai saya sadar dan roh saya telah kembali ke tubuh saya pun, bau busuk neraka itu masih tercium, padahal didekat saya tidak ada sampah atau kotoran berbau busuk (saking bau busuknya, setelah sadar, elizabeth sampai 40 hari tidak makan, hanya minum saja. Puji Tuhan dia tetap kuat, tidak lemas, menurutnya mungkin karena dia makan buah yang diberikan Tuhan pada saat mereka berada di taman dalam surga).

Saya bilang ke Tuhan, kok begini ya? Kok orang kristen banyak yang masuk ke neraka bahkan para pendeta, saya bilang ke Tuhan kalo saya sudah tidak kuat lagi, kemudian Tuhan memeluk saya dengan hangat, menghibur saya dan akhirnya membawa saya ke suatu tempat lain yang sangat jauh berbeda dengan neraka. Tempat yang sangat indah, teramat sangat indah sekali.

SORGA

Di sana saya melihat ada banyak sekali rumah, ada yang kecil dan ada yang besar, ada sudah jadi dan ada yang belum jadi. Lalu saya bertanya kepada Tuhan, rumah-rumah siapakah itu. Tuhan menjawab kalau itu adalah rumah untuk anak-anak-Ku. Nanti apabila pulang sudah disediakan rumah tinggal. Saudara, apa yang dikatakan Firman Tuhan itu benar bahwa Tuhan Yesus pergi kepada Bapa untuk menyediakan tempat tinggal bagi kita semua.

Yang disediakan untuk kita yang percaya kepada Tuhan Yesus, yang percaya dan mau melayani Tuhan dengan kudus, tulus dan murni hatinya.
Saya juga bertanya kok rumahnya ada yang kecil dan ada yang besar, Tuhan menjawab bahwa itu semua tergantung dari ketulusan pelayanan kita...bukan dari banyaknya pelayanan yang dilakukan, tapi dari ketulusan dalam melayani Tuhan, motivasi dalam melayani. Semakin kita tulus dan dekat maka semakin Tuhan memberikan tempat yang terbaik. Terus diantara rumah-rumah itu ada yang separuh jadi dan ada yang sudah jadi, Tuhan bilang bahwa yang sudah jadi artinya orangnya sudah meninggal dan sudah bersama dengan Tuhan, sedangkan yang baru separuh jadi artinya orangnya masih belum meninggal. Surga itu sangat terang sekali, tidak menyilaukan tidak panas di kulit walalupun terang sekali, tapi sejuk di kulit.

Di ujungnya surga saya melihat ada barak, ada suatu tempat besar tapi untuk rombongan banyak orang, yang ternyata itu adalah tempat untuk orang-orang yang tidak percaya Tuhan Yesus tetapi waktu mau meninggal, misalnya dalam keadaan sakit atau koma, terus didoakan dan mau bertobat, menerima Yesus Kristus trus langsung meninggal, maka mereka akan ditempatkan disana.

Jalan yang ada di surga, di rumah-rumah itu indah sekali, seperti butiran kaca. Ada banyak pohon buah-buahan. Saya juga sempat diberi buah oleh Tuhan dan ajaib, begitu buahnya dipetik, langsung numbuh lagi. Jadi kehidupan baik disurga maupun di neraka itu semua adalah kekal. Tidak jauh dari situ saya melihat ada istana yang indah sekali, Tuhan katakan itu adalah Istana-Nya dan akhirnya mengajak saya kesana.

Disana saya melihat banyak orang memuji dan menyembah Tuhan setiap saat tanpa ada rasa capek, ngantuk dan lelah. Mereka memuji Tuhan setiap saat, setiap waktu. Sesuai dengan Firman Tuhan, saya lihat istana itu benar terdiri dari emas permata. Lantainya terbuat dari emas, dindingnya dari batu permata yang indah sekali. Tuhan itu adalah Raja diatas segala raja, Dia adalah Raja yang sangat kaya sekali.
Saya lihat juga ada malaikat. Malaikat itu ada 2 macam, ada yang bersayap dan ada yang tidak bersayap.

Malaikat yang bersayap itu adalah untuk peperangan rohani dan yang tidak bersayap untuk puji-pujian. Kemudian karena kasih dan kemurahan hati Bapa, saya juga dipertemukan dengan Yohanes, murid yang paling dikasihi Tuhan. Yohanes berkata pada saya, “kamu ingini hati-Nya aja, ingini dekat ama Tuhan aja, jangan ingini yang lain”.

Setelah itu saya diajak ke pekarangan dan disana saya bertemu dengan Raja Daud masih berpakaian seorang raja lengkap, kemudian dia berkata pada saya kalo dia ada disana hanya karena kasih dan kemurahan hati Tuhan. Saya takjub sekali karena setahu saya Raja daud itu kan intim sekali dengan Tuhan, tetapi kok dia sendiri bisa berkata bahwa dia ada disana hanya karena kasih kemurahan hati Tuhan. Kemudian bagaimana dengan kita yang hidup di dunia ini dan tidak intim dengan Tuhan? Raja daud juga berpesan pada saya untuk menyampaikan kepada anak-anak Tuhan untuk selalu menjaga kekudusan apalagi anak-anak muda jaman sekarang gampang jatuh dalam ketidakkudusan seperti melakukan perzinahan dan kenajisan. Saya juga bertemu dgn Musa yang hanya berkata “Aku menyesal karena tidak dapat masuk ke tanah perjanjian”.

Saya juga ketemu Paulus yang bilang bahwa kalau kamu menghadapi pencobaan yakinlah bahwa itu tidak akan melebihi kekuatanmu. Jadi saudara-saudara, yakinlah kalau kita menghadapi kesulitan yang luar biasa yakinlah bahwa Tuhan pasti akan menolong dan pencobaan itu tidak akan melebihi kekuatan kita.

Kemudian saya bertanya pada Tuhan, apa kunci untuk bisa masuk istana Tuhan, Tuhan pun menjawab “hal itu gampang sekali, kamu cuma harus intim aja sama Aku, dekat dengan Aku, melekat pada Aku, tidak ada yg lain”.

Saya bersyukur sekali bisa ketemu Tuhan Yesus yang memulihkan kehidupan saya, karena hanya pertemuan pribadi ini yang memulihkan saya.

Tuhan Yesus wajahnya lembut dan penuh kasih, jauh berbeda dengan gambar-gambar yang ada. Wajahnya mulia dan bisa membuat kita terkesima melihat-Nya.

Tokoh-tokoh Alkitab yang kita baca umurnya ratusan tahun juga waktu saya temui di surga, mereka umurnya masih muda, sedang gagah-gagah nya, sekitar umur 30 – 40 tahun. Saya pun waktu dibawa Tuhan, di alam roh, saya seperti anak kecil berumur 10 tahun, padahal dalam kehidupan nyata, umur saya sudah 21 tahun.

Jadi saudara-saudara, bersiap-siaplah, supaya kita selalu layak di hadapan Tuhan, hidup kudus dan dekat melekat dengan Tuhan. Kita tidak tahu kapan kita dipanggil, jadi harus cepat bertobat dan hidup kudus.

Buat saudara-saudara yang belum percaya, cepat-cepatlah percaya karena hanya Tuhan Yesus Kristus lah yang punya kerajaan surga, hanya Tuhan Yesus lah satu-satunya jalan menuju keselamatan dan surga.

Praise The Lord....

Penyemir Sepatu Temukan Kristus Yesus Melalui Kayuparu

Menurut sensus ada 3.600 bocah penyemir yang terdapat di La Paz, ibukota Bolivia. Kebanyakan dari mereka adalah anak muda atau remaja, yang terpaksa bekerja di jalanan untuk kebutuhan keuangan keluarga mereka. Banyak dari penyemir ini yang malu dengan profesi mereka dan menyembunyikan wajah dengan menggunakan penutup wajah olahraga ski.
“Saya menutupi wajah saya karena adik saya. Saya tidak mau anak-anak lainnya memberitahu adik perempuan saya di sekolah bahwa kakaknya seorang penyemir sepatu,” kata Wilfredo Silvestre. “Saya menggunakan topeng ski sejak umur saya 12 tahun. Sejak itu, tidak ada tetangga saya yang tahu bahwa saya penyemir sepatu.”
Bocah lain, yang bernama Ramiro Tapia menambahkan, “Anda harus melindungi wajah. Jika Anda berkata Anda seorang penyemir sepatu, orang-orang akan memperlakukan Anda dengan buruk.”
Beberapa tahun belakangan ini, diskriminasi seperti itu dapat diatasi berkat sebuah kelompok “Kayuparu” yang berarti “Di bawah kakimu” dalam bahasa Aymara. Randy Davis, seorang insinyur Amerika yang menjalankan pelayanan ini.
“Saya suka bagaimana mereka termotivasi untuk mengubah hidup mereka. Mereka juga berjuang melawan alkohol, sama seperti menentang diskriminasi yang mereka derita karena menjadi penyemir. Banyak orang berpikir bahwa mereka pencuri, bahwa mereka masalah negeri ini, tapi kenyataannya tidak seperti itu,” jelas Davis.
Pelayanan ini menggunakan olahraga sebagai sarana untuk meraih kepercayaan diri mereka dan secara berkala sama-sama membagikan Firman. Mereka juga mendaki gunung di Gunung Andean. “Habis itu, kami punya pemuridan, sebuah kelompok kecil dimana anak-anak yang ingin mengubah hidup mereka, dan menjadi orang percaya, bisa bertumbuh dan mengembangkan kehidupan ke-Kristen-an mereka,” kata Davis. “Kami juga bekerjasama dengan gereja-gereja agar pada akhirnya anak muda tersebut mempunyai gereja lokal.”
Setelah lima tahun, pelayanan kepada penyemir sepatu membuahkan hasil. “Sangat berbeda sekali hidup dengan Yesus dan hidup tanpa Yesus,” kata Silvestre, bocah penyemir sepatu itu. “Ada dua hal yang berbeda, karena ketika Anda hidup bersama Yesus, kehidupan Anda sangat masuk akal. Anda berharap kepada yang di atas kita. Tapi ketika Anda tidak bersama Kristus, Anda tidak punya harapan apapun. Anda cuma menjalani kehidupan Anda.”
Tapia pun juga mengatakan, “Dia memberikan saya tujuan hidup dan saya menyadari bahwa Dia adalah satu-satunya yang memberi arti, tuntunan dalam kehidupan saya.”
Karena kepercayaan diri dan kasih Tuhan, maka penyemir sepatu dapat menemukan Yesus melalui pelayanan Kayuparu ini, banyak yang sudah melepaskan topeng mereka yang menyembunyikan identitas mereka dan rasa malu mereka. Sekarang mereka menunjukkan bahagianya hidup dengan mengetahui ada kehidupan yang baru di dalam Yesus Kristus. Kayuparu mengembalikan identitas asli para penyemir sepatu, apakah pelayanan yang Anda lakukan sekarang?